Peroko Wajib Tau Resiko Dari Sebatang Roko - WARGA KARAWANG

20 Dec 2020

Peroko Wajib Tau Resiko Dari Sebatang Roko

Dokumen Pribadi

Walaupun banyak peringatan tentang bahaya merokok nyatanya tetap saja banyak orang yang merokok, bahkan Indonesia merupakan negara ketiga dengan perokok terbanyak di dunia setelah China dan India.

Seperti apa sebenarnya bahaya rokok bagi kesehatan.?

Pada satu batang rokok ada sekitar 600 bahan yang kalau dibakar bisa menghasilkan lebih dari 7000 bahan kimia, di mana 69 di antaranya beracun dan bersifat karsinogenik yang menyebabkan kanker.

Komponen dalam rokok dapat dibedakan dalam dua bentuk, fase gas dan fase tar.

Fase gas adalah berbagai macam gas berbahaya yang dihasilkan oleh asap rokok. seperti karbon monoksida, benzena, formaldehida, hidrogen sianida, 

Karbon monoksida gas beracun yang mudah berikatan dengan hemoglobin atau sel darah merah sehingga hemoglobin yang berikatan dengan oksigen dengan karbon monoksida menyebabkan jaringan tubuh kekurangan oksigen jika terjadi terus-menerus juga bisa menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah

Benzena senyawa yang bersifat karsinogen dapat meningkatkan risiko leukimia atau kanker darah

Formaldehida bisa mengakibatkan iritasi pada mata hidung dan tenggorokan jika terus-menerus Kanopan zat ini bisa mengakibatkan kanker 

hidrogen sianida gas beracun yang dapat berdampak buruk pada jantung, sistem saraf, paru-paru dan tiroid.

selanjutnya fase tar atau fase partikulat yaitu residu hasil pembakaran rokok.

Tar bisa menempel di paru-paru dan dapat merusak silia atau rambut halus yang berfungsi membersihkan paru-paru dari dahak, sehingga meningkatkan risiko penyakit paru.

Tar juga bisa menempel di rongga mulut gigi ujung jari dan kuku perokok sehingga menyebabkan warna kuning.

tar juga mengandung berbagai senyawa kimia yang sebagian besar terdiri dari nikotin logam berat seperti nikel dan zat karsinogen yang berbahaya seperti tsnas, pahs dan arsenik.

nikotin peningkatan hormon adrenalin dan dopamin yang menyebabkan perokok merasa senang, lebih fokus dan konsentrasi ketika beraktifitas.

Ketika berhenti merokok hormon ini berkurang dan saat itu perokok akan mulai terasa cemas, kurang konsentrasi.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda