Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana dengan tegas menolak impor beras menurutnya di Karawang tidak kekurangan bahkan surplus - WARGA KARAWANG

26 Mar 2021

Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana dengan tegas menolak impor beras menurutnya di Karawang tidak kekurangan bahkan surplus

Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana menolak impor beras
Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana

warga-karawang.comWacana pemerintah yang akan mengimpor beras terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak mulai dari petani sampai dengan kepala daerah.

Setelah beberapa hari yang lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan tegas menolak sekarang giliran bupati Karawang cellica nurrachadiana yang ikut merespon wacana pemerintah tersebut.

Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu impor beras karena di Karawang sendiri setiap tahun bisa menghasilkan 1,3 juta ton.

"Produksi gabah di wilayah Kabupaten Karawang Sangat melimpah," katanya, di Karawang, Rabu, (24/03/2021).

Menurut cellica nurrachadiana dari produksi gabah 1,3 ton di karawang apabila dikonversikan ke beras, bisa mencapai sekitar 800.000 ton beras.

Sementara itu kebutuhan beras di masyarakat khususnya Kabupaten Karawang, jika dalam perhitungan rata-rata hanya sekitar kurang lebih 500.000 ton per tahunnya.

"Jadi sebenarnya masih surplus, masih tersisa 300.000 ton yang kita sebarkan ke berbagai pelosok daerah di Indonesia," katanya

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Edi Suryana sebelumnya berharap, banjir yang melanda Karawang bebebrapa pekan lalu tidak mempengaruhi produksi padi.

Edi juga merasa khawatir, setelah dilanda banjir produksi padi akan menurun. Ia mengatakan, banyaknya areal sawah yang terendam banjir, sedikitnya akan berdampak kepada sektor pertanian. Di antaranya adalah, masa tanam akan sedikit tertunda.

Meski masa tanam sedikit tertunda, Edi tetap optimis jika target produksi padi di wilayah kabupaten Karawang tidak akan mengalami gangguan.

Edi juga berencana untuk lebih meningkatkan sektor pertanian dan lebih meningkatkan produksi padi, dalam beberapa waktu kedepan pihaknya akan menggulirkan kegiatan-kegiatan percepatan masa tanam serta juga dibukanya areal sawah baru.

"Mudah-mudahan tidak akan mengganggu tahun ini kami targetkan produksi padi yang mencapai kira-kira sekitar 72,5 kuintal per hektare," menurutnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda