Kepala Desa Wadas Yang Minta Bantuan Atasi Banjir Ke Presiden, Kini Videonya Viral Di Sosial Media - WARGA KARAWANG

9 Mar 2021

Kepala Desa Wadas Yang Minta Bantuan Atasi Banjir Ke Presiden, Kini Videonya Viral Di Sosial Media

Kepala-desa-Wadas
Kepala desa wadas

warga-karawang.com - Video seorang kepala desa di Karawang yang cerita tentang wilayahnya yang terdampak banjir beberapa waktu lalu kini viral di media sosial. Dalam unggahannya tersebut, kepala desa tersebut memohon untuk Presiden Joko widodo turun tangan guna mengatasi banjir di wilayahnya itu.
Sosok priabtersebut adalah Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, kabupaten Karawang bernama Junaedi. Di video tersebut, Junaedi menunjukkan titik lokasi wilayahnya yang terendam banjir.

saat dikunjungi awak media, Junaedi pun kembali menunjukkan kondisi jembatan yang mengalami kerusakan akibat luapan air kali Cikalapa. Kemudian dia juga menunjukan lokasi kedua, berupa longsoran yang menimpa beberapa rumah dikawasan Perumahan Harmoni Mas, yang lokasinya berdekatan dengan jalur kali Cikalapa.





"Coba lihat, itu PAUD sudah hampir roboh," kata Junaedi, Selasa (09/03/2021).

Dengan ciri khasnya memakai topi koboi warna hitam, Junaedi menyusuri pinggiran jalur kali Cikalapa yang luapannya  mengakibatkan pergeseran tanah, merobohkan rumah, dan PAUD yang ada di Perum Harmoni Mas.

kemudian, setelah kira-kira setengah kilo berkendara, Junaedi menghentikan laju kendaraannya di Perum Karaba. Disana terlihat, ada lima rumah yang habis digerus air, dan beberapa rumah lainnya yang sudah hampir roboh, keadaan sudah kosong, ditinggali pemiliknya.

"Sudah ada 4 rumah yang hilang karena terbawa arus, terus bisa kita lihat, dinding tanggul pun sudah roboh," ujarnya, di Perum Karaba, Blok:NN 26-27-28.

Kemudian, ia juga meninjau jalan penghubung antar dua blok X dan blok Y, di Perum Karaba yang mengalami longsor.

"Coba bayangkan, Jika hujan datang lagi, ini jalanan penghubung blok X dan blok Y bisa terputus, ada 400 KK pasti di sini terisolasi, apalagi luapan sungai Cikalapa ini sangat deras, dan kuat," ucapnya.

baca juga: 

Hujan 1 jam, Warga desa wadas telukjambe kebanjiran akibat luapan kali cikalapa

Dia juga menjelaskan, jika wilayah banjir di Desa Wadas itu, merupakan akibat dari luapan sungai kali Cikalapa, kali Cisalak, dan Sungai Citarum. Ada 8.000 Kepala Keluarga (KK) keseluruhan yang ada di wadas, dan akibat banjir tesebut telah mengakibatkan setidaknya 19 rumah rusak berat, dan 4 rumah sudah hanyut karena terbawa arus air.

"Total keseluruhan ada 8.000 KK, dan dampak luapannya, 19 rumah mengalami rusak berat, dan ada 4 rumah yang hanyut terbawa arus," jelasnya.

Ia juga menambahkan, dari data yang mereka punya, pembangunan kawasan industri, dan juga perumahan elit yang ada di wilayah hulu kali Cikalapa diduga menjadi penyebab utama arus air begitu besar menerjang wilayahnya.

"Menurut hasil dari kajian kami, di wilayah hulu kali Cikalapa yang memang berada di kawasan industri dan kawasan perumahan elit air tergelontorkan begitu sangat besar dan juga deras. Hanya satu jam saja hujan, arus kali cikalapa ini begitu kencang," akuinya.

Ditambah lagi, menurutnya, ada tambahan air yang diberikan juga dari kali Cisalak yang bersumber dari Desa Karangligar, Telukjambe Barat. Atau luapan sungai Citarum, dan Cibeet.

"Jadi bukan hanya dari kali Cikalapa, tapi juga dari kali Cisalak, mengirimkan air yang hasil luapan air sungai Citarum, dan kali Cibeet. Jadi begitu sangat terpenjaranya kami oleh air," tuturnya.

Ia juga mengatakan, bahwa tahun ini banjir begitu sangat besar melanda desanya.

"Tahun ini benar-benar sangat berat, ketinggian air di beberapa titik mencapai kisaran satu setengah meter hingga 3 meteran," akuinya.

Di lokasi banjir, salah satu warga yang rumahnya hanyut akibat banjir, Yani (46) mengatakan ketinggian air mencapai 2 meter, dan sampai menghilangkan rumahnya, dan juga tetangganya.

"kebetulan saya mengambil rumah dua, karena buat usaha katering, tapi sekarang hanyut," katanya.

Harapannya, pemerintah mampu secara cepat menanggulangi banjir, dan mengganti rumahnya yang hanyut.

Saya berharap masalah ini secepatnya bisa beres, karena kami takut datang air lagi, dan menimpa rumah saya yang tersisa ini," tandasnya.

Sementara itu, mengenai video yang ia buat, Junaedi menjelaskan, alasan ia membuat video, karena dia berharap masalahnya agar cepat selesai.

"Waktu banjir awal, mengapa saya membuat video itu dan meminta presiden menyelesaikan masalah banjir ini, karena masalah banjir di wilayah saya itu begitu besar, dan penanganan begitu lambat. Padahal saya sudah melaporkan masalah ini ke pihak pemerintah daerah agar segera ditindaklanjuti, tapi sampai saat ini belum juga ada gerak yang cepat dalam penyelesaiannya," tutupnya.

junaerdi juga telah melayangkan surat kepada Presiden, Menteri, Gubernur, dan Bupati.

"Saya tadi sudah menyuruh petugas untuk mengirimkan surat, dari mulai presiden, menteri, gubernur, dan Bupati saya surati," tandasnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda