Rencana pemerintah inpor beras, Andi Akmal pasluddin: Ada Keanehan dari inpor beras tersebut - WARGA KARAWANG

8 Mar 2021

Rencana pemerintah inpor beras, Andi Akmal pasluddin: Ada Keanehan dari inpor beras tersebut

Andi Akmal pasluddin

warga-karawang.comTerkait rencana pemerintah yang akan melakukan inpor beras sebanyak 1 juta ton, Anggota praksi DPR RI Pks asal sulawesi selatan II, Andi Akmal Pasluddin menolak atas rencana pemerintah tersebut.

Menurut akmal, ada keanehan dari rencana inpor beras tersebut. Pasalnya stok dalam negeri masih cukup tinggi.

Kebijakan Beras ini memang selalu banyak kontradiktif bila menyangkut persoalan impor. Berbagai macam alasan dibuat-buat dan berlawanan dengan kondisi didalam negeri. Selain itu pemerintah selalu memberikan perkataan bahwa hasil tanam beras tahun ini akan membaik. Tapi di sisi lain impor jalan terus?”, kata Andi Akmal.

Politisi PKS itu pun menambahkan, pemerintah agar tidak terus-terusan melakukan sandiwara pada terkait impor beras ini. Tahun lalu pemerintah melakukan kebijakan sunyi impor beras dimana lalu tiba-tiba ada impor tanpa pembahasan dan penjelasan terlebih dahulu.

“Kemudian, masa saat ini, dimana Produksi pada Januari-April tahun ini sebanyak 23,78 juta ton gabah kering giling dan pada masa yang sama tahun lalu 19,99 juta ton yang berarti kemampuan dalam negeri masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, seharusnya pemerintah menahan dulu keinginan impor beras,” ungkapnya.

Anggota DPR Komisi IV ini lantas mempertanyakan kondisi pada akhir tahun lalu diperkirakan ada surplus 2,5 juta-8,5 juta ton beras. Seharusnya surplus ini dapat dioptimalkan sampai beberapa bulan kedepan sambil menunggu masa panen berikutnya karena saat ini areal tanam sedang meluas akibat curah hujan yang cukup merata.

“Kami FPKS sangat menolak terhadap kebijakan impor beras 1 juta ton ini bila tanpa ada alasan yang meyakinkan. Bukannya anti impor, tapi kalau impor ini malah menyengsarakan petani yang sekaligus menguntungkan para pemburu rente sunggu sangat keterlaluan. Jangan lagi pemerintah melakukan kebijakan yang malah merugikan petani dalam negeri”, kata Akmal.

Alasan Akmal kenapa beras ini jangan terlalu banyak disimpan dalam waktu yang lama, karena daya tahan beras ini hanya mampu bertahan enam bulan saja dengan sistem logistik yang ada. Kemasan yang tidak kedap akan mengurangi pada kualitas gizi dan masuknya organisme yang dikhawatirkan merusak kualitas beras.

“Pemerintah perlu lebih berkomitmen guna memperbaiki kebijakan impor ini agar tidak menyakiti para petani khususnya, dan pada rakyat Indonesia umumnya,” tutup Andi Akmal Pasluddin.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda