Cellica Nurrachadiana ingin perumahan hingga pusat perbelanjaan mempunyai tempat pengolahan sampah - WARGA KARAWANG

14 Apr 2021

Cellica Nurrachadiana ingin perumahan hingga pusat perbelanjaan mempunyai tempat pengolahan sampah

Bupati Kabupaten Karawang cellica nurrachadiana
Bupati Karawang cellica nurrachadiana

warga-karawang.comBupati Karawang Cellica Nurrachadiana ingin perumahan hingga pusat perbelanjaan mempunyai tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Sebab, ia ingin persoalan sampah di Karawang segera teratasi.

"Nanti kami ingin setiap perumahan mempunyai TPS3R sendiri, disertakan sebagai syarat perizinan," ujar Cellica yang disampaikan saat Peresmian TPS3R Baraya Runtah dan Penandatangan Kesepakatan 10 TPS3R di Perumahan Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Karawang, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).

Selain perumahan, Cellica juga ingin pusat perbelanjaan hingga tiap desa atau kelurahan mempunyai TPS3R.

Kemudian yang menjadi mentor adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Lingkungan.

Sebab, ia merasa prihatin dengan persoalan sampah di Karawang yang tak kunjung usai.

Cellica menyebut, diliriknya Karawang menjadi tujuan bagi para pekerja turut menyumbang sampah.

Sebab, jumlah penduduk Karawang bertambah secara signifikan.

"Ada desa di Karawang yang penduduknya lebih dari 30.000 orang," kata dia.

Setelah mengetahui bahwa TPS3R Baraya Runtah dapat mengolah 80 persen sampah, ia pun mengapresiasinya.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mengurangi sampah di Indonesia sebesar 30 persen dan menangani 70 persen sampah pada 2025.

Ia pun meyakini kerja sama multi pihak ini membantu mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi kerja sama PT Nestle Indonesia, KSM Sahabat Lingkungan dan Pemkab Karawang, dan yakin TPS3R Baraya Runtah dapat menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah yang terintegrasi dan sesuai tujuan," kata Cellica.

Hal yang sama disampaikan Direktur Pengelolaan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar.

Menurut dia, TPS3R sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mengurangi sampah.

Pembentukan sepuluh TPS3R di wilayah Karawang juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.

Novrizal juga mengapresiasi dan mendukung kerja sama multi pihak yang dinilai sebagai awal  baik untuk memberikan manfaat sosial ekonomi yang berkelanjutan di Karawang.

Head of Sustainability Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo menyebut, polusi plastik dan pengelolaan sampah telah menjadi tantangan dunia, termasuk di Indonesia.

Nestle, menurut dia, percaya kerja sama para pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan ini.

Hal ini sejalan dengan komitmen Nestle untuk menjadikan 100 persen kemasan produknya dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025.

"Dengan fokus mencegah sampah plastik serta ambisi kami untuk menghentikan kebocoran plastik ke lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya Nestle mendukung terciptanya masa depan bebas sampah. Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari solusi untuk mendukung ambisi pemerintah mengurangi sampah di Indonesia," kata dia.

TPS3R bakal dibangun di 10 tempat di Karawang.

Program itu merupakan kerja sama antara KSM Sahabat Lingkungan, Pemkab Karawang, dan PT Nestle Indonesia.

TPS3R memungkinkan melayani hingga 3.000 rumah tangga di Kabupaten Karawang.

Kapasitasnya mencapai 5 ton per hari.

Fasilitas dan komunitas TPS3R yang didirikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini diklaim turut membantu mengurangi pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan kebocoran sampah ke laut.

Selain itu juga membuka 50 lapangan kerja untuk penduduk setempat.

TPS3R Baraya Runtah berdiri di lahan seluas 3.245 meter persegi yang dialokasikan oleh Perumnas Karawang.

Mereka mengelola pengumpulan, pemilahan sampah serta melakukan proses daur ulang dengan kapasitas hingga 3 ton per hari.

TPS3R ini juga mendukung 2.200 rumah tangga dan usaha daerah di wilayah desa Sukaluyu.

Saat ini mereka telah menciptakan 16 lapangan kerja bagi penduduk setempat.

Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sistem pemilahan dan proses sampah, perlengkapan penanganan residu, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sampah anorganik akan dikirim ke industri daur ulang dan sampah organik akan diolah menjadi kompos dan budidaya larva hitam.

Ketua KSM Sahabat Lingkungan Hendro Wibowo menyebut, sampah yang paling banyak diolah TPS3R Baraya Runtah adalah botol plastik dan kemasan plastik.

Dua jenis sampah ini dinilai harus menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

"Selain botol plastik, sampah sachet yang tiga layer itu paling banyak," kata Hendro.




Sumber: kompas

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda