Bahayanya negara jika sudah banyak hutang. Ini Daftar 5 negara yang bangkrut akibat hutang - WARGA KARAWANG

27 Jun 2021

Bahayanya negara jika sudah banyak hutang. Ini Daftar 5 negara yang bangkrut akibat hutang

Hutang indonesia
Ilustrasi gambar hutang

Warga KarawangBerita hutang negara kini sedang menjadi topik panas di sejumlah kalangan. Bagaimana tidak, hutang di sejumlah negara termasuk Indonesia terus meningkat untuk menangani pandemi covid19.

Hutang adalah hal krusial sebab negara bisa saja bangkrut karena tak mampu membayar hutang. hal ini pernah dialami beberapa negara Jauh sebelum pandemic covid19 merebak.

Negara yang bangkrut karena hutang

1. Yunani
Mengutip dari berbagai sumber, Yunani tak bisa membayar hutang senilai 138 miliar US Dollar atau sebesar 1987 Triliun Rupiah pada tahun 2012 lalu. Yunani disebut-sebut menyandang status bangkrut pada tahun 2015 karena hutang terus meningkat hingga 360 milyar US Dollar atau 5184 Triliun Rupiah.

Kenaikan hutang membuat jumlah orang miskin di Yunani semakin melonjak. jumlah tunawisma naik hingga 40% pada tahun 2015 sementara pengangguran naik dari 10,6 persen pada 2004 menjadi 26,5 persen pada 2014.

Yunani kini mulai kembali ke pasar obligasi internasional sejak tahun 2017 negara itu sempat menghilang akibat krisis hutang tahun lalu. Yunani menerbitkan obligasi bertenor 7 tahun, 10 tahun dan 15 tahun.

Negara tersebut memperoleh dana segar sebesar 12M euro dengan penerbitan obligasi pada tahun 2020, Rasio utang Yunani diprediksi mencapai 188.8% dengan nilai hutang 337 miliar euro. naik dari posisi 2011 yang sebesar 331 miliar euro.

2. Argentina
Argentina dinyatakan gagal bayar atau default karena tidak bisa melunasi hutang ke kreditur. hal ini berawal dari kebijakan pemerintah Argentina yang mematok sebesar 1 US Dollar = 1 peso Argentina.

Namun mata uang Argentina dengan dolar amerika serikat menjadi tidak akurat situasi itu menimbulkan kepanikan sehingga banyak masyarakat yang menarik uang di bank.

Pada tahun 2005 dan 2010 Argentina mengumpulkan seluruh kreditur untuk berdiskusi terkait restrukturisasi hutang senilai 100 m US Dollar atau 1440 Triliun Rupiah. beruntung mayoritas kreditur setuju dengan skema restrukturisasi yang ditawarkan Argentina.

Namun pemerintah Argentina kembali mengajukan pinjaman sebesar 50M US Dollar atau 720 Triliun Rupiah kepada dana moneter internasional atau International monetary fund.

Argentina mengajukan hutang ke IMF untuk menangani krisis ekonomi yang sedang terjadi saat itu. krisis terjadi lantaran kenaikan inflasi yang signifikan sehingga mata uang peso Argentina anjlok hingga 40% sepanjang 2018.

Sementara Argentina mengungkapkan tak bisa membayar hutang ke IMF sebesar 45B Dollar atau 648 Triliun Rupiah pada tahun ini. Pemerintah mengaku tak memiliki dana untuk membayarnya.

3. Zimbabwe
Zimbabwe terlilit hutang hingga 4,5 milyar US Dollar atau 64,8 Triliun Rupiah pada tahun 2008. Kini tingkat pengangguran Zimbabwe juga melonjak hingga 80% masyarakatnya Zimbabwe berhenti menggunakan Bank Bahkan mereka juga berhenti membayar pajak dan tidak menggunakan mata uang nasional sebagai alat transaksi jual-beli.

Zimbabwe juga mengalami hiperinflasi masyarakat tak lagi bisa menjangkau harga bahan-bahan pokok. Dengan demikian uang seperti tak berarti bagi dengan masyarakat simbabwe selama harga barang terus melonjak, mereka lebih memilih sistem barter.

4. Venezuela
Pada 2017 presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pemerintahannya tak bisa membayar seluruh utang. ia mengaku Venezuela dan perusahaan minyak negara tersebut akan meminta restrukturisasi terhadap pembayaran hutang.

Maduro mengatakan perusahaan minyak negara telah membayar hutang sebesar 1,1 milyar US Dollar atau 1584 Triliun Rupiah jumlah itu disebut-sebut cukup besar untuk sebuah negara yang saat ini hanya memiliki dana 10 Miliar Us Dollar atau 144 Triliun Rupiah dibank.

Venezuela tercatat memiliki hutang kepada sejumlah negara. beberapa negara tersebut antara lain China dan Rusia.

ketika hutang melonjak jumlah masyarakat miskin ikut meningkat. Sebagian besar masyarakat tak mampu membeli bahan pokok karena harga meloncat lebih cepat ketimbang upah.

5. Ekuador
Ekuador menyatakan tak mau membayar hutang pada 2008 lalu. pemerintah mengatakan hutang dari Hedge fund asal Amerika Serikat tidak bermoral, Ekuador sebenarnya mampu untuk membayar hutang yang mencapai 10 miliar US Dollar atau 144 Triliun Rupiah.

Negara itu memiliki sumber daya alam yang cukup banyak namun pemerintah lebih memilih tak membayar hutang. pemerintah saat itu mengklaim hutang negara di masa lalu disebabkan aksi korupsi di pemerintahan sebelumnya.

IMF mencatat ekonomi Ekuador masih tumbuh pada tahun 2014. misalnya ekonomi Ekuador tumor 5,1 persen pada tahun 2012. sementara Ekuador mendapatkan pinjaman sebesar 643 juta US Dollar atau 9,25 Triliun Rupiah dari IMF pada tahun 2020. Dana itu digunakan untuk pembiayaan darurat menangani pandemi Covid19.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda