Pegawai SPBU Jatisari Karawang Menggelapkan Uang Hasil Penjualan Sebesar 411 juta - WARGA KARAWANG

2 Aug 2021

Pegawai SPBU Jatisari Karawang Menggelapkan Uang Hasil Penjualan Sebesar 411 juta

Pengelapan uang spbu
Ilustrasi spbu pertamina

Warga KarawangPegawai SPBU di Jatisari Karawang ditangkap polisi lantaran telah menggelapkan uang setoran hasil penjualan BBM Bio Solar sejumlah Rp.411 juta.

Kasat Reskrim, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, pelaku tersebut beraksi dari bulan Maret sampai Desember 2020. Selama beraksi, pelaku telah menggelapkan uang setoran penjualan sebesar Rp 411 Juta.

"Pelaku inisial WK merupakan kariawan SPBU, yang gelapkan uang setoran hasil penjualan BBM sebesar Rp 411 juta, dan berhasil kami tangkap," ucap Oliestha saat diwawancarai, Senin (02/08/21).

Ia juga mengatakan, pengungkapan penggelapan ini berawal ketika dilakukan audit pada akhir bulan Januari lalu, dan ditemukan adanya selisih antara nota print out pengisian BBM bio solar dengan nilai tagihan yang dilakukan tersangka kepada PT. Rosalia Indah Transport, sejak bulan Maret sampai Desember 2020 dengan total selisih sebesar Rp. 384.100.000.

"Kemudian kita menemukan fakta adanya selisih sebesar 27 juta dalam buku setoran pengawas. Sehingga diduga atas perbuatan tersangka, PT Rosalia Indah Transport mengalami kerugian total sebesar Rp. 411.000.000 dan perusahaan langsung melaporkannya," ucapnya.

Selanjutnya, penetapan pelaku WK sebagai tersangka, berdasarkan pemeriksaan sembilan saksi, serta penyitaan beberapa barang bukti. Pelaku juga sempat mangkir dari panggilan kepolisian.

"Kita mendapat informasi keberadaan pelaku, di rumah mertuanya di daerah Cianjur, kemudian petugas membawa untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dan hasil gelar perkara naik jadi tersangka.

Karena menemukan barang bukti berupa surat dan barang yang dibeli dari hasil kejahatan berupa sepeda motor, dan pelaku juga sempat mangkir dari panggilan pihak kepolisian sebanyak dua kali," jelasnya.

Dalam kasus ini, sipelaku dijerat pasal 374 KUHP, dan atau pasal 372 KUHP.

"Pelaku terkena pidana penggelapan dalam jabatan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun," pungkasnya.




Sumber info : detik news

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda