Google Trends: Minat pada NFT dan Metaverse Turun - WARGA KARAWANG

9 Mar 2022

Google Trends: Minat pada NFT dan Metaverse Turun

Google Trends: Minat pada NFT dan Metaverse Turun
Metaverse

News - Meskipun bukan alat khusus tentang dunia kripto, Google Trends digunakan sebagai dasar analisis untuk menentukan tingkat popularitas suatu aset atau segmen pasar. Peningkatan jumlah penelusuran menunjukkan peningkatan minat, yang mungkin mencerminkan kenaikan harga atau perluasan basis pengguna istilah penelusuran.

Namun, penurunan telah terjadi untuk NFT dan metaverse. Semakin sedikit bunga telah ditempatkan pada aset ini.

Puncak tertinggi metaverse terjadi pada akhir Oktober dan awal November tahun lalu. Namun, pada periode inilah teknologi menjadi tren global, setelah nama Facebook berubah menjadi Meta.

Pasar NFT dalam konsolidasi

Pasar token yang tidak dapat dipertukarkan mengalami ledakan besar pada tahun 2021, bergerak sekitar $25 miliar sepanjang tahun. Pada tahun 2020, jumlah ini kurang dari $100 juta, menurut DappRadar.

Terlepas dari penurunan jumlah pencarian baru-baru ini, industri NFT menunjukkan tanda-tanda konsolidasi, yang menunjukkan bahwa bahkan jika euforia mengenai aset ini mereda, sudah ada pasar mapan yang akan terus beroperasi. Ini terutama terlihat di sektor game dan olahraga.

Axie Infinity, game play-to-earn yang populer , melewati angka $4 miliar dalam penjualan NFT-nya bulan lalu.

Di bidang olahraga, penelitian Deloitte memproyeksikan bahwa lebih dari lima juta penggemar akan memiliki NFT dari tim, atlet, atau liga favorit mereka pada akhir tahun ini.

Google Trends: Apakah metaverse itu iseng-iseng?

Berbeda dengan pasar NFT, masih ada perbedaan pendapat yang luas mengenai metaverse, terutama di kalangan perusahaan besar dan komunitas pengguna. Di satu sisi, sejak pengumuman bahwa Facebook akan fokus pada teknologi ini, perusahaan besar mulai mempelajari dan membuat inisiatif mereka sendiri di lingkungan ini, seperti Apple, Microsoft, dan bahkan McDonald's.

Menurut bank JP Morgan, yang sudah memiliki ruang virtualnya sendiri, pasar ini bisa menggerakkan triliunan dolar di tahun-tahun mendatang. Namun, kebanyakan orang biasa tampaknya tidak begitu antusias terhadap teknologi.

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa hampir 80% responden tidak percaya diri dalam memanfaatkan metaverse yang dibuat oleh Meta. Di jejaring sosial, banyak pengguna masih tidak melihat arti dalam melakukan begitu banyak investasi di dunia virtual reality.

Namun, NFT dipandang sebagai sumber daya utama untuk memanfaatkan metaverse, dan pertumbuhan satu pasar dapat secara langsung memengaruhi keberhasilan pasar lainnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda