Kenapa Mobil F1 Mudah Rusak Dan Hancur - WARGA KARAWANG

9 Oct 2022

Kenapa Mobil F1 Mudah Rusak Dan Hancur

Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/michael4wien-8342127/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=4413062">Michael</a> dari <a href="https://pixabay.com/id//?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=4413062">Pixabay</a>
Gambar ilustrasi by Pixabay


WARGA KARAWANG - Mobil Formula One adalah mobil dengan kokpit teraman yang pernah dibuat manusia.

Kokpit dibangun untuk melindungi pembalap di berbagai aspek, tetapi Pernahkah kalian bertanya-tanya Mengapa mobil F1 gampang rusak saat terkena benturan?

Mengapa mobil F1 gampang rusak saat terkena benturan ya? kesenggol dikit doang eh langsung rusak.

mungkin dari kalian sudah tahu alasan kenapa mobil F1 gampang kebelah dua, untuk kali ini kita akan membahas Kenapa mobil F1 gampang banget rusak dan benar-benar gampang rusak banget kayak software yang sering rusak front Wing dan lainnya.

Pada dasarnya sebuah mobil Formula One dirancang untuk melaju secepat mungkin di lintasan dan untuk mencapai kecepatan tertinggi dan memperoleh performance aerodinamis yang tinggi mobil-mobil tersebut dibuat dari serat karbon ringan untuk mengurangi bobot.

mobil F1 di rekayasa untuk mengalihkan energi benturan ke pembalap dengan melepaskan bagian mobil dalam kecelakaan selama balapan F1 bahkan tabrakan kecil akan membuat bagian mobil berterbangan dan terlihat seperti meledak dengan puing-puing berserakan dimana-mana.

mengapa itu terjadi?

Ini mengancam keselamatan F1 itu sendiri karena ini menjadi aspek yang sangat penting dan mengapa tim Formula One membuat mobil yang mudah rusak saat terjadi tabrakan.

sebuah mobil F1 yang hancur dan remuk dalam tabrakan sangat mengurangi gaya yang bekerja pada tubuh pembalap dengan membuang energi dari pembalap. alih-alih mentransfer gaya ke pembalap saat ada bagian rusak atau putus.

Kita ambil contoh seperti yang dialami Robert cubika saat pembalap dengan BMW saubernya ubika bertabrakan dengan mobil lain dan tergelincir keluar lintasan yang menyebabkan mobilnya terbang ke udara.

Ketika dia menabrak tracktop mobil itu mendarat dengan kepala lebih dulu ke dinding penghalang beton dan berguling ke track dan menabrak penghalang lain ketika mobilnya akhirnya berhenti mobilnya udah nggak berbentuk.

Robert cubika menabrak pembatas beton dengan kecepatan 299 km/jam dan mengalami deselerasi 75ji dan kabar baiknya dia lolos dari kecelakaan itu tanpa cedera.

Kenapa dia bisa lolos tanpa cedera?

Selain faktor memang bukan ajalnya secara teknologi ini terjadi karena setiap pecahan mobil yang pecah ini telah menyelamatkan kubika dengan membuang energi benturan ini karena mobil F1 dirancang dengan zona crumble penyerap energi built-in kokpit dikelilingi oleh bagian-bagian yang dirancang untuk remuk dan menyerap energi saat terjadi benturan.

Mobil F1 di rekayasa sangat kuat untuk menangani beban pengemudi tetapi tidak dirancang untuk benturan. inilah Salah satu alasan mengapa serat karbon yang digunakan untuk mobil F1 bukanlah logam yang notabennya lebih kuat.

kita beri contoh lagi pada Grand Prix tahun 2014 ketika kimira icon mengalami Crash dampak yang tercatat dari mobilnya adalah 46g dan Kimi berhasil keluar dari mobil hanya dengan beberapa goresan aja, ini adalah contoh kokpit yang menyerap energi untuk melindungi pembalap dengan crumble zone di sekitarnya.

Sebagian besar suku cadang mobil yang tidak remuk melindungi pembalap dengan cara patah dan terbang menjauh, ini berguna menghilangkan energi dari mobil saat menabrak.

Mobil F1 seringkali mengalami Crash pada kecepatan 200 km/jam ke atas dan kebanyakan pembalap keluar dari kecelakaan maut tanpa cedera Karena energi benturan yang hilang cukup banyak.

Ketika kita mempertimbangkan kekuatan yang dialami mobil F1 saat terjadi tabrakan tidak mengherankan jika mobil tersebut pecah, karena dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.

Benturan dan sentuhan kecil apapun dapat menyebabkan benturan besar pada mobil F1 untuk menyebabkan kerusakan parah. dalam kasus kecelakaan bagian yang rusak hanya akan diganti Tidak ada alasan untuk membuat bagian-bagian tersebut cukup kuat untuk menahan gaya yang berlebihan karena penyok pada mobil F1 mempengaruhi aerodinamika dan oleh karena itu lebih baik mengganti seluruh bagian aja namun beberapa bagian dari mobil F1 dirancang untuk tetap utuh.

Mobil F1 di rekayasa untuk mencapai kecepatan yang tak terbayangkan dan harus seringkali mungkin untuk mencapainya.

pada dasarnya F1 adalah olahraga non kontak dan mobil-mobil dirancang tanpa mempertimbangkan jika terjadi tabrakan yang tidak menguntungkan, bagian-bagian mobil tidak dapat menahan gaya dan akan mudah lepas.

Mobil F1 dibatasi oleh berat jumlah silinder dan ukuran mesin mobil F1 sengaja dibuat rapuh atau mudah rusak di tempat yang seharusnya dan dibuat kuat di tempat yang seharusnya.

Juga sangkar yang mengelilingi pembalap yang biasa kita sebut Halo adalah area terkuat pada mobil F1 dan dibangun dari serat karbon yang cukup kuat untuk melindungi pembalap jika terjadi tabrakan.***


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda